Desa Tenganan Pegringsingan

Desa Tenganan Pegringsingan

MENGENAL BUDAYA BALI KUNO DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN

Wisata Desa Adat Bali memiliki keunikan tersendiri. Jika Anda mencari destinasi wisata yang anti mainstream, serta kental akan adat budaya masyarakat Bali, Desa Tenganan Pegringsingan jawabannya. Desa ini merupakan desa yang termasuk dalam kategori Bali Aga. Bali Aga adalah desa di Bali dengan gaya hidup masyarakat yang masih berpedoman pada peraturan dan adat istiadat peninggalan leluhur.

Desa Tenganan, berada di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Desa Tenganan berjarak kurang lebih 70 km dari Bandara Ngurah Rai Bali, atau sekitar 2 – 3 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Apabila Anda dari Ubud, jarak yang harus ditempuh sekitar 55 km, atau kurang lebih 1,5 – 2  jam perjalanan. Jangan takut bosan ketika dalam perjalanan, karena sepanjang jalan, Anda akan disuguhi alam Bali yang tidak keindahannya tidak perlu diragukan lagi.

Ketika sampai di Desa Tenganan Pegringsingan, bersiaplah  dengan keindahan pemandangan dan gambaran Bali kuno yang disuguhkan oleh desa ini. Terdapat rumah-rumah kuno khas Bali tempo dulu yang seluruh bangunan terbuat dari campuran batu merah, batu sungai dan tanah. Ukuran dari rumah-rumah tersebut relatif sama, juga dengan bentuk arsitektur yang dilestarikan secara turun-menurun. Wisatawan juga dapat memasuki salah satu rumah penduduk lokal untuk mengenal lebih dekat dengan budaya Bali kuno. Belum lagi ditambah dengan keramahan penduduk desa serta kebersihan desa wisata satu ini, sungguh paket lengkap yang sayang untuk dilewatkan.

Selain rumah-rumah kuno yang masih terjaga arsitektur warisan leluhurnya, penduduk Desa Tenganan Pegringsingan juga terkenal dengan keahlian menenun kain Gringsing. Yup nama desa Pegringsingan memang diambil dari kata Gringsing yang merupakan kain tenun khas Bali yang dibuat oleh penduduk desa. Untuk membuat satu helai kain Gringsing dibutuhkan waktu 2,5 – 5 tahun, tergantung tingkat kesulitan. Pembuatan kain menggunakan teknis dobel ikat yang merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia. Tidak heran jika Kain Gringsing Desa Tenganan Pegringsingan terkenal sampai mancanegara.

Tidak hanya kain Gringsing, kerajinan anyaman bambu, lukisan daun lontar, topeng tradisional, serta tenun juga merupakan hasil produk dari para pengrajin yang ada di desa ini. tentu saja pengrajin di desa ini masih mengunakan metode lama yang diwariskan oleh leluhur, dalam pembuatan kerajinan.

Terakhir, Desa Tenganan memiliki tradisi Mekare-kare/Mageret Pandan/Perang Pandan yang digelar di antara bulan Juni dan Juli setiap tahunnya. Tradisi perang pandan ini merupakan ritual yang dilakukan oleh sepasang pemuda desa yang saling memukul dengan menggunakan daun pandan yang berduri. Tujuan dilakukannya tradisi perang pandan adalah untuk melatih mental dan fisik pemuda desa.

Jadi ketika di Bali, jangan lupa singgah di Desa Tenganan Pegringsingan yaa, pengalaman baru sudah menanti, yuk eksplor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *